-->

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono Berangkatkan Ribuan Prajurit Korps Marinir untuk Menggempur Musuh

-->

 


Kepala Staf Angkatan Laut alias KASAL Laksamana TNI Yudo Margono baru saja memimpin apel gelar kesiapan latihan operasi amfibi Korps Marinir tahun 2021.


KASAL Laksamana TNI Yudo Margono memberangkatkan ribuan prajurit Korps Marinir dari dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 22 Oktober 2021.

Korps Marinir nantinya diperintahkan KASAL Laksamana TNI Yudo Margono menggempur posisi musuh di Dabosingkep.

Sebelum Yudo memimpin apel ini, Pangkoarmada l Laksda TNI Arsyad Abdullah sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Operasi Pendaratan Amfibi (Pangkogasgabfib) mengecek kesiapsiagaan pasukannya.



Dikutip dari @koarmada_1, nampak di dermaga ada satu unit KRI Makassar yang merupakan kapal Landing Platform Dock (LPD).

Dipastikan KRI Makassar akan jadi kapal komando sekalian mengangkut pasukan Marinir yang akan dikawal KRI jenis KCR, Korvet atau fregat KRI RE Martadinata nantinya saat berlayar.

Juga untuk bantuan tembakan ke pantai.

Kemudian nampak pula pasukan Kopaska di sana menenteng Sub Machine Gun H&K MP-5.

Ada pula LVTP-7, BTR-50, RM 70 Grad/Vampire dan BMP 3F milik Kavaleri Korps Marinir.

LVTP-7, BTR-50 dan BMP 3F nantinya akan membawa pasukan Marinir menuju pantai untuk menggempur posisi musuh di Dabosingkep.


Sedangkan RM 70 Grad akan dikirim sesudah pantai dikuasai Korps Marinir untuk mendukung langkah ofensif pasukan terus menerjang maju sejauh mungkin.


Nampak pula helikopter NBO-105 dan AS 565 Mbe Panther di hanggar KRI RE Martadinata.

Sebelumnya Yudo sudah memberi pengarahan agar latihan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh.

"Supaya tidak terjadi duplikasi tugas, Taifib harus mengerti apa tugasnya," kata Yudo mengawali arahannya seperti dikutip dari akun instagram @tni_angkatan_laut.
2
"Juga bagaimana Denjaka menyelesaikan sasaran di daerah misi," tambahnya.

Kemudian daerah pendaratan nantinya juga akan rawan.

"Daerah pendaratan sangat rawan karena pantainya landai dan sangat jauh untuk pendaratannya,"

"Maka harus betul-betul memperhitungkan arah angin dan arus ombak saat pendaratan," kata KASAL Laksamana TNI Yudo Margono kepada jajaran Korps Marinir saat berada di Gedung OB Syaaf Koarmada l, Selasa 19 Oktober 2021.*

Sumber: zonajakarta.com