-->

Bisnis Kecantikan Di Tengah Pandemi Covid-19

-->



Virus covid-19 pertamakali ditemukan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia. 


Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan sistem lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus tersebut.


Salah satu bisnis yang tetap tumbuh di masa pandemi virus covid-19 adalah bisnis kecantikan. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan seruan untuk tetap dirumah saja membuat sebagian orang membeli produk lewat online.


Ranti, selaku konsultan kecantikan sekaligus pebisnis Jafra sejak 2018 di daerah Brebes mengatakan, bahwa dengan adanya virus covid-19 ini muncul beberapa aspek yang terkena imbasnya, diantaranya pemerintah, pebisnis dan masyarakat.


“Saya selaku konsultan kecantikan, istilahnya seorang pebisnis atau pelaku usaha lah ya juga ikut terkena dampaknya, karena usaha tidak berjalan lancar, tidak seperti biasanya serta daya beli konsumen juga juga ikut terkena dampaknya, sehingga hal ini membuat perekonomian menjadi menurun yang sangat signifikan bagi sebagian orang, termasuk saya juga” Kata Ranti.


Ranti juga memaparkan, bahwa bisnis yang sedang dijalankannya itu masih berjalan hingga saat ini, dan ini juga sebagai sebuah peluang.


“Yang namanya wanita pasti butuh yang namanya perawatan mba. Mau ada covid-19 ataupun engga, yang namanya perawatan itu hal yang wajib bagi sebagian wanita. Apalagi dengan adanya pandemi ini, mall-mall kan pada tutup, klinik kecantikan juga tutup, sudah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga, jadi banyak wanita yang mencari skincare agar mereka juga tetap bisa perawatan walaupun dengan dirumah saja. Begitupun  sistem konsultasi, konsultasi nya juga lewat online agar meminimalisir tertularnya virus covid-19 ini” Kata Ranti.


Dalam bisnis, tentu teknik pemasaran merupakan hal yang plaing menarik dilakukan. Dimana dengan adanya pemasaran, maka peminat juga semakin banyak. 


Dengan adanya teknologi yang berupa media daring ini, tentu melakukan pemasaran semakin mudah. Sebagai contoh, saat ini media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan WhatsApp telah digunakan hampir setiap orang, tentunya ini dapat digunakan sebagai peluang untuk memasarkan produk.


“Menjalankan bisnis di tengah pandemi covid-19 itu kaya jadi tantangan tersendiri. Selain pembatasan sosial yang membuat masyarakat tidak leluasa berbelanja, banyak juga pemutusan hubungan kerja (PHK) dan juga menurunkan daya beli. Nah disini saya lebih menguatkan branding nya. Kaya iklan-iklan gitu di sosmed. Soalnya kan sekarang orang-orang kebanyakan belanja lebih ke via online” Kata Ranti.


Penulis : Nurhidayah

Editor : Fahrul Zaelani