-->

MENJADI MUSLIM YANG BAIK ATAU MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK

-->

 


Tips menjadi seorang muslim yang baik


1. Tidak terpengaruh perbedaan pendapat


2. Membangun citra agama Islam


3. Menumbuhkan rasa ingin tahu akan agama Islam yang lebih dalam


4. Berperan sebagai penengah bagi orang lain


Menjadi warga negara yang baik adalah dengan cara mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh negara, diantaranya:


1. Mematuhi aturan yang ada


2. Taat beragama


3. Menjaga rasa persatuan dan kesatuan diantara sesama warga


4. Menjalin toleransi antar umat bergama


5. Menjalin silaturahmi


6. Tidak melakukan tindakan anarkis


7. Melakukan gotong royong di lingkungan bangsa dan negara.


Dalam usaha menjadi warga negara sekaligus muslim yang baik dapat dilakukan dengan perkawinan yang sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh negara serta mengikuti syarat sah dalam agama.


Perkawinan dalam negara itu yang tertulis dan menurut ulama tidak menjadi keharusan. Tetapi, keharusan penulisan dalam perkawinan itu untuk kebaikan dan kekuatan hukum dalam negara (catatan). Keharusan penulisan dalam sebuah perkawinan adalah sesuatu yang diperintahkan syariat dan dianjurkan pula oleh negara yang membuat semakin kuatnya kewajiban (al-bajuri).


Negara mewajibkan pencatatan perkawinan sebagai entitas (sesuatu yang berwujud) yang berbeda sebagai muslim yang baik dan warga negara yang baik. Undang-undang yang dibuat dalam sebuah negara selama baik itu sah dalam agama.


Dalam ilmu fiqih islam terdapat 2 syarat sah dari yaitu:


1. Terjadi perkawinan sah yaitu terdapat wali nikah dan syarat lain yang wajib ada saat ijab kabul


2. Hubungan badan


Pada tahun 2012 ketua MUI yaitu


Tiga Otoritas pembuat hukum yang berbeda :


1. Wilayatul imamah (eksekutif) : Pembagian kekuasaan yang dilahirkan oleh para pemimpin


2. Wilayatul Qodo (kehakiman) : Otoritas kehakiman


3. Wilayatul Ifta : Otoritas pembuat fatwa


Hukum talak dalam kondisi marah, banyak pendapat yang menyatakan apakah talak dalam kondisi marah itu tetap jatuh atau tidak, ada yang menyatakan tidak jatuh karna talak itu adalah keputusan yang besar yang harus lahir atas pertimbangan yang matang. Dalam undang-undang perkawinan hukum talak harus diucapkan kembali saat persidangan dalam rangka untuk taklid atau mempertegas. Imam izudin bin aabdul salam dalam kitabnya berpendapat “jika sesuatu dalam syariat itu luar biasa maka biasanya syaratnya diperketat, contohnya perkawinan. Dalam agama perkawinan adalah sesuatu yang agung karna menumbuhkan suatu perjanjian yang sangat berat untuk itu syaratnya diperketat.


Hukum sosial itu menjadi hal yang mahal demi keutuhan jika dilihatbdari antropologi agama setiap syariat itu mengandung makna. Dalam sejarah tidk ada yang dipotong tangannya (saat mencuri) pada zaman rasullah. Secara ongkos ekonomi hukum potong tangan itu murah, tetapi dalam sosial terlihat mahal karena jika semua pencuri dipotong tangan negara akan mengurangi atau berdmpak pada keutuhan.


Sebagai muslim yang baik tidak perlu menetang negara kalau untuk kebaikan maka peraturan yang dibuat oleh negara menjadi wajib.


Penulis : Nasir