-->

Tinggalkan Jabatan di Desa, Kini Bertahan Jadi Pedagang Telur

-->


Kuningan - Salah seorang pedagang telur ayam di Kuningan tepatnya di Desa Bakom Kecamatan Darma, Bapak Muhamad Anas yang tadinya berprofesi sebagai pejabat Desa Bakom beralih menjadi pedagang telur ayam.


Meninggalkan profesi yang mengharuskan berpakaian rapi dan memakai sepatu pantofel yang selalu di semirnya setiap minggu. Lalu memilih menjadi seorang pedagang telur yang harus kerja fisik lebih keras lagi dan hanya memakai kaos yang lusuh karena keringat. Dan sekarang, profesi pedagang telur ayam ini sudah dilakukannya selama kurang lebih 5 tahun.


"Suka dukanya yaa ketika bapak beli telur dari peternak telur ayam dengan harga yang sedang tinggi neng, apalagi kalo belinya sampai puluhan peti. Dan ketika harga telur ayam turun terpaksa bapak harus menjual telur ayam itu dengan harga tinggi itu, karena ga bakal kembali modal kalo harus dijual murah" ujar Bapak Anas (12/11/2021).


Harga telur ayam yang tidak pernah stabil membuat para pedagang telur ini merasa cemas. Bahkan keuntungan dari menjual telur ayam tidak akan sebanding dengan kerja fisik yang dilakukan oleh mereka, terutama bagi pedagang telur ayam yang usia nya sudah lebih dari 60 tahun seperti Bapak Anas ini.


"Tapi anehnya ketika harga telur naik, banyak pelanggan yang datang buat beli telur ayam dari bapak neng" lanjutnya.


Bapak Anas mengira mungkin karena sudah menjadi pelanggan sejak dari awal, mereka sudah percaya pada usaha Bapak Anas ini. Dan dengan pelayanan yang cukup baik dari mulai membersihkan kotoran ayam yang biasanya masih menempel pada telur tersebut dan selalu bersedia untuk mengantar pesanan kemanapun dan kapanpun.


Telur ayam merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako) di Indonesia dan sudah memiliki harga acuan dari pemerintah. Meskipun demikian, harga telur ayam yang selalu naik turun bergantung dari daya beli konsumen di pasaran.


Penulis : Eneng Tika Rostika

Editor : Fahrul Zaelani