-->

Makin Panas! Putin 'Belah' Ukraina Jadi Dua

-->

 


Pemerintah Rusia dibawah  Presiden Vladimir Putin memang tidak benar-benar menyerang Ukraina secara langsung. Tapi Putin kini 'membelah' ukraina menjadi dua.

Hal itu terjadi kala pria berusia 69 tahun itu mengakui kemerdekaan 2 wilayah separatis di Ukraina Timur, Senin (21/2/2022) waktu setempat. Di televisi nasional ia menyampaikan pidato yang berapi-api, meski barat telah memberi peringatan sanksi.

"Saya percaya, perlu untuk mengambil keputusan yang sudah lama tertunda, untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk," katanya menyebut dua kelompok pemberontak yang menguasai wilayah Ukraina Timur, dikutip AFP.

Siaran kenegaraan itu juga menunjukan bagaimana Putin mendapatkan perjanjian timbal balik. Termasuk janji bersahabat dengan para pemimpin pemberontak di Kremlin.

Ia pun meminta parlemen Rusia untuk mendukung keputusan ini, termasuk Dewan Federasi. Bahkan Putin meminta pemerintah Ukraina mundur dari operasi militer yang menumpas pemberontakan.

"Kami menuntut segera diakhirinya operasi militer," kata Putin sembari mengklaim Kyiv tengah mencoba mengatur serangan kilat di Ukraina Timur dan genosida.

"Jika tidak, semua tanggung jawab untuk kemungkinan kelanjutan pertumpahan darah akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab rezim yang berkuasa di Ukraina."

"Ukraina modern sepenuhnya dan sepenuhnya diciptakan oleh Rusia," kata Putin lagi.





close