-->

F-15 Eagle II dan Rafale Masuh Daftar Belanja, Indonesia Targetkan Beli 160 Jet Tempur Baru

 


Baca JugaChina Ogah Jadi Pengguna Pertama Senjata Nuklir Saat Perang Pecah

Sedangkan untuk F-15 Eagle II, Indonesia hendak membeli antara 11-16 unit penempur asal Amerika Serikat (AS) ini.

Pabrikan pembuat F-15 Eagle II, Boeing, ternyata juga sudah mendirikan kantor perwakilannya di Jakarta.

Hal itu sesuai dengan arahan Washington dimana mereka memerintahkan Boeing agar merebut pasar alutsista Indonesia daripada keduluan kompetitor luar negeri lainnya.

"Kami keluarga besar Boeing mengucapkan selamat ulang tahun ke-76 kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia," tulis The Boeing Company pada unggahan di laman Facebooknya dengan menampilkan F-15 Eagle II di sana.

Baca JugaChina Ogah Jadi Pengguna Pertama Senjata Nuklir Saat Perang Pecah

Boeing sendiri memang sengaja membuat versi terbaru F-15 dari Strike Eagle ke Eagle II.

Keunggulan Eagle II jelas berbeda dengan pendahulunya.

F-15 Eagle II mampu bermanuver tajam, loadout sebanyak Su-35 hingga radius tempurnya sangat jauh.

Ia juga sudah dilengkapi radar AESA layaknya F-35.

Tapi keunggulan sebenarnya dari F-15 ialah biaya serta ongkos perawatannya yang terjangkau.

Halangan Indonesia untuk memiliki F-15 Eagle II bukan soal harga, namun izin dari AS sendirilah belum ada kata restu.

Baca JugaChina Ogah Jadi Pengguna Pertama Senjata Nuklir Saat Perang Pecah