-->

Para Jendral Baret Merah Paling Fenomenal dalam Sejarah, Bikin Militer Indonesia Mendunia

 


Baca juga: 10 Tips Agar Komputer dan Laptop Tidak Lelet Terbaru

2. Sarwo Edhi Wibowo

Sarwo Edhi Wibowo menjabat komandan RPKAD pada 1964 hingga 1967. Peran Sarwo Edhi sangat kentara saat pemberontakan G30S PKI 1965. 

Mengutip artikel "Sepak Terjang Srwo Edhi Wibowo Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional Indonesia (1965 - 1989)", RPKAD yang berada di bawah  komandonya berhasil merebut kembali RRI dan kantor besar telekomunikasi.

Baca juga: 10 Tips Agar Komputer dan Laptop Tidak Lelet Terbaru

Seperti yang diketahui, kedua tempat tersebut direbut PKI dan dimanfaatkan untuk menyiarkan propaganda. Sarwo Edhi juga dianggap gemilang saat membasmi PKI di Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan, Sarwo Edhi mengajak serta masyarakat yang anti-PKI untuk terlibat dalam penumpasan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia membakar semangat masyarakat dan memberikan pelatihan militer kepada ormas anti-PKI dan para sukarelawan.

Sarwo Edhi selalu melakukan show of force memperlihatkan kekuatan militer Indonesia. Tujuannya untuk membuat masyarakat tak takut dengan kekuatan kelompok pemberontak.

Baca juga: 10 Tips Agar Komputer dan Laptop Tidak Lelet Terbaru

3. Benny Moerdani

Benny Moerdani dilantik menjadi panglima ABRI oleh Presiden Soeharto pada 28 Maret 1983. Benny merupakan perwira tinggi yang ikut dalam operasi pembebasan sandera pesawat Garuda di Thailand pada 1981 atau dikenal dengan tragedi Woyla.

Rupanya, Benny sudah memiliki inisiatif membentuk pasukan antiteror pertama di Indonesia. Pada 1979, saat menjabat Kepala Pusat Intelejen Strategis atau Pusintelstrat, dia memanggil Sintong Panjaitan untuk membahas analisisnya seputar ancaman teroris.

Benny lantas memerintahkan Sintong mempersiapkan pasukan khusus antiteror dan membuat perbandingan pasukan khusus antiteror negara lain.

Baca juga: 10 Tips Agar Komputer dan Laptop Tidak Lelet Terbaru

4. Prabowo Subianto

Prabowo Subianto merupakan mantan Komandan Jenderal Kopassus yang diangkat pada 1995. Salah satu perannya waktu itu membebaskan sandera Mapenduma, Papua, yang dimulai pada Januari hingga Mei 1996. Sandera yang harus diselamatkan berjumlah 26 orang, sebagian besar merupakan warga asing..

Mereka terdiri dari para peneliti dalam ekspedisi Lorenz 95 yang disandra oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Agar operasi berjalan lancar, Prabowo membentuk tim pembaca jejak terdiri dari Kopassus dan Pasukan Cendrawasih.

Opersi ini berjalan sukses sehingga Prabowo dan Kopassus mendapat apresiasi Masyarakat internasional, meski tiga sandera meninggal di tangan pelaku.

sumber: inews.id

Baca juga: 10 Tips Agar Komputer dan Laptop Tidak Lelet Terbaru

close